Prosesi Dalam Rangkaian Ibadah haji

Mulailah kita pada bagaimana pelaksanaan ibadah ibadah haji tersebut. Seperti dikemukakan pada halaman terdahulu bahwa ibadah umrah dan ibadah ibadah haji berbeda, bukan hanya waktu pelaksanaannya saja, tetapi juga berbeda dalam prosesi kaifiat/caranya. Berikut akan dibahas bagaimana melakukan umrah terlebih dahulu baru ibadah haji. Cara semacam ini merupakan ibadah haji Tamattu’  yang biasa dilakukan oleh jamaah ibadah haji Indonesia.

Paket umroh murah dan promo Risalah MAdina
Paket umroh murah dan promo Risalah MAdina

Cara pelaksanaan ibadah umrah dimulai dari ihram. Jadi, setelah tiba di miqat makani (yaitu Bi’r Ali apabila kita terlebih dahulu ke Madinah atau diatas pesawat jika kita langsung ke Mekah), kita mandi sekaligus berwudhu, menyisir rambut dan boleh memakai wangi-wangian (asal tidak berlebihan), memotong kuku dan lain-lain. Semuanya dirapikan karena setelah ihram hal-hal diatas sudah tidak boleh lagi dilakukan untuk beberapa saat (setidaknya memakan waktu tiga jam diluar perjalanan dari Bi’r Ali ke Mekah).

Kemudian berpakaian ihram bagi laki-laki dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit (satu helai untuk menutup badan bagian bawah dan satu helai lagi untuk menutup bagin badan atas/diselendangkan). Untuk kepraktisan memakai baju ihram, mandi dan sebagainya boleh dilakukan sebelum sampai ke miqat.

Misalnya bagi jamaah ibadah haji Indonesia yang ke Madinah dulu, ia boleh melakukannya di Madinah, yaitu mandi, potong kuku, menyisir rambut, memakai baju ihram dan sebagainya. Sebab, ketika musim ibadah haji, kondisi di masjid Bi’r Ali kita hanya wudhu, shalat dua rakaat dan niat ihram untuk umrah. Namun demikian kalau memungkinkan silakan saja mandi dan berihram mulai dari Bi’r Ali karena sunahnya demikian.

Kalau belum melakukan shalat wajib, terlebih dahulu lakukanlah shalat wajib di miqat itu pula. Kalau sudah melakukan shalat wajib, maka lakukan shalat sunah ihram dua raka’at, baik dengan tahiyyatul masjid atau syukrul wudhu.

Setelah selesai shalat mulailah berihram dengan niat yang dilafadzkan “Labbaik allahumma umratan”. Dilanjutkan dengan membaca kalimah talbiyah. Kalimat talbiyah tersebut adalah

“Labbaik allahumma labbaik, labbaik laa syarika laka labbaik, innal hamda wanni’mata, laka wal mulku laa syariika laka. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dan tiada sekutu apapun bagi-Mu. Sesungguhnya, puji, nikmat dan kekuasaan hanya bagi-Nya tanpa sekutu apapun bagi-Mu”.

Kalimat tersebut terus diulang-ulang seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dari Salim bin Abdullah bin Umar bahwa ia mendengar ayahnya berkata,

“Rasulullah saw tidak bertalbiyah melainkan dari samping masjid yakni Dzulhulaifah (Bi’r Ali)”. (HR Bukhari dan Muslim)

            Talbiyah merupakan sunah muakkad karena merupakan syiar lahiriah bagi orang yang ibadah haji dan umrah. Talbiyah dilakukan setelah niat ihram ketika di masjid. Dan seyogianya talbiya dilakukan ketika naik atau turun kendaraan, ketika mendaki atau turun lembah, ketika mendengar orang talbiyah, bertemu kawan, sehabis shalat wajib, menjelang malam atau menjelang pagi dan dari perubahan keadaan lainnya. Begitu menurut Syaikh al-Jibrin.

Bacaan Talmiyah di dalam ibadah umroh juga sama dengan bacaan talbiyah pada ibadah haji. Semua perlu dipelajari. Untuk referensi paket umroh murah Bapak Ibu bisa kontak kami di 081388097656 WA. Travel kami Risalah Madina akan membantu berbagai pertanyaan Bapak dan Ibu.

Bapak Ibu jug aboleh konsultasi seputar paket-paket umroh muran atau paket umroh plus. tersuk juga tata cara ibadah umroh sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad SAWT. Silakan !